Nama : Rini Gunarti (200301088)
Kelas : KPI/ 5C
Mata kuliah : Cyber dakwah
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’laa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du. puji syukur tak lupa kita haturkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua..
Sholawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi kita nabi besar muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah SWT untuk menunjukkan jalan yang benar, menegakkan kebenaran serta menyampaikan rahmatnya Allah kepada kita semua khususnya kaum muslimin.
Menuntut ilmu dalam pandangan Islam bukan hanya ajakan saja,
akan tetapi telah menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat Islam. Di
dalam Alquran dan hadis telah banyak membahas mengenai menuntut
ilmu, yakni tentang pentingnya dalam menguasai ilmu dan segala hal
yang mengarah pada kewajiban menuntut ilmu. Salah satu ciri yang dapat
menbedakan agama Islam dengan agama lain ialah penekanan terhadap
ilmu. Alquran dan Hadis menghibau umat Islam untuk mencari ilmu.
Dalam pandangan Islam, ilmu merupakan keistimewaan yang dapat
menjadikan manusia lebih unggul dari pada makhluk yang lainnya untuk
menjalankan kekhalifahan. Dalam Alquran dan Hadis disebutkan secara
berulang-ulang bahwasannya kedudukan umat Islam yang berilmu
memiliki kedudukan yang tinggi.Pendidikan Islam dapat dipahami sebagai proses transformasi ilmu yang bertujuan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa. Dalam Islam proses belajar mengajar lebih dikenal dengan sebutan at- Ta’lim, yaitu proses ilmu pengetahuan agama yang menghasilkan pemahaman yang baik terhadap anak didik sehingga dapat melahirkan sikap yang positif. Yang dimaksud dengan sikap yang positif ialah ikhlas, percaya diri, patuh, dapat berkorban dan teguh terhadap pendirian
Di kutip dari izzul islam: Berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu, sesungguhnya manusia itu lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa kemudian Allah SWT memberikan rahmat kepada manusia seperti pendengaran dan penglihatan untuk mendapatkan informasi mengenai suatu kejadian, dan belajar dari banyak hal dari hal yang tidak tahu menjadi tahu. Namun tahu saja tidak cukup kemudian Allah SWT memberikan hati agar manusia bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ilmu yang telah kita dapatkan. Islam memberikan pandangan mengenai ilmu merupakan sebuah pelita yang menerangi di saat gelap, sehingga tanpa pelita seorang akan tersesat, teman-teman sekalian betapa pentingnya keutamaan menuntut ilmu karena menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap kaum muslimin. Sampai-sampai firman Allah SWT yang pertama ialah perintah untuk membaca dan bukan untuk beribadah kepadanya. Agama Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu dan tidak terikat oleh waktu dan tempat, bahkan ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW adalah surah Al-Alaq. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan ilmu dalam Islam begitu mulia.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan (QS:AL-Alaq)
Wahyu yang paling pertama memang tidak secara langsung memberikan perintah belajarlah, tapi bacalah, namun perintah adalah perintah tersirat untuk belajar karena membaca adalah cara yang paling sederhana dalam belajar. Segala bentuk ilmu diawali dengan membaca baik untuk ayat-ayat yang tertulis maupun ayat-ayat yang di alam. Wahyu yang pertama tidak turun sama sekali memberikan petunjuk tentang ibadah salat, puasa, zakat dan haji akan tetapi seruan untuk membaca, beberapa ulama berpendapat dari ayat ini memberikan gambaran bahwa lebih utama yang berilmu dibandingkan dengan orang yang beribadah. Diambil dari hadis rasulullah yang artinya: “keutamaan orang yang berilmu dibanding dengan ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, sesungguhnya para nabi tidak mewariskan Dinar dan dirham (tetapi) berarti dia telah mengambil keberuntungan yang banyak” ( HR. Abu Dawud (3641) At-Tirmidzi (2682)).
Berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu, menuntut ilmu merupakan ibadah yang sangat mulia dan agung oleh karena itu orang yang menuntut ilmu harus selalu memperhatikan adab agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan juga berkah, adab ini juga akan menjadi aturan bagi orang yang berilmu oleh karena itu pendidikan dan belajar dalam Islam bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan mengabdi kepada Allah SWT, maka sistem moralnya pun harus dibangun dan bersumber dari norma-norma Islam ( wahyu). Berbicara tentang ilmu ada beberapa keutamaan menuntut ilmu bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya, karena memiliki keutamaan yang amat besar dan mulia diantaranya kita menuntut ilmu adalah:
1. Ilmu adalah warisan para nabi: Rasulullah SAW bersabda ” dan sesungguhnya para nabi tidak pernah mewariskan uang emas dan tidak pula uang perak, akan tetapi mereka telah mewariskan ilmu (ilmu syar’i) barang siapa yang mengambil warisan tersebut maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak) (HR Ahmad). Ini dapat menunjukkan bahwa keutamaan menuntut ilmu lebih tinggi daripada uang dan emas yang bersifat materi, sebab saat ini seseorang memiliki ilmu dan tidak mengajarkannya maka hal ini akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bahkan hingga orang tersebut meninggal dunia.
2. Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga: surga ialah idaman setiap muslim, bahkan menjadi janji dari Allah SWT bagi banyak amalan shalih yang dilakukan oleh umat Islam, karena saat Allah SWT menjadikan ilmu sebagai jalan utama menuju surga, menunjukkan besarnya keutamaan menuntut ilmu.
3. Kebahagiaan dunia dan akhirat dengan ilmu
Keutamaan perintah dalam menuntut ilmu tidak semata untuk kebahagiaan manusia, Allah shallallahu alaihi wasallam memberikan perintah yang ketika dilaksanakan akan lebih banyak manfaat bagi manusia dibandingkan meninggalkannya, dalam sebuah riwayat seorang sahabat memberikan penjelasan kepada seorang muslim perihal cara mendapatkan kebahagiaan di dunia melalui ilmu “siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia, maka harus dengan ilmu. Siapa yang menginginkan bahagia akhirat maka harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan kebahagiaan keduanya (dunia dan akhirat) maka harus dengan ilmu”. Orang yang berilmu akan lebih sulit disesatkan oleh setan dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu.
Mengapa manusia berilmu lebih utama dari pada ahli ibadah karena sesungguhnya yang berilmu akan kembali ke jalan yang benar dan ia melakukan sesuatu selalu didasari akan kebenaran, kebenaran akan selalu mengarahkan seseorang kepada sesuatu yang bersifat hakiki dan tidak ada yang bersifat hakiki selain Allah shallallahu alaihi wasallam sehingga ilmunya akan menuntutnya untuk beribadah, sedangkan orang yang beribadah tanpa didasari dengan ilmu akan membuat ibadahnya hanya berdasarkan keyakinan. Meskipun yang berhak menilai kualitas suatu ibadah tidak hanya lain hanya Allah SWT tapi pendapat ini justru di kuatkan oleh firman Allah yang artinya.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.s. Al- Mujadalah:11)
Karena pentingnya posisi ilmu dalam kehidupan manusia Allah sampai memberikan perintah bagi seluruhnya umat manusia tanpa pandang bulus sebagaimana hadis rasulullah:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Yang artinya “Mencari ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
Dalam ajaran Islam, kita sebagai umat muslim wajib hukumnya menuntut ilmu baik ilmu di duniawi dan ilmu ukurowi karena ilmu sangat mempunyai peran yang penting bagi perjalanan hidup semua umat manusia dengan ilmu yang sudah kita dapatkan membuat seseorang bisa membedakan mana hal yang baik dan batil, dengan mempelajari ilmu membuat seseorang lebih baik dalam menjalankan ibadah dan perintah Allah yang lainnya. Sebaliknya jika seseorang yang malas untuk belajar ilmu pengetahuan maupun agama ia tidak akan tahu segala yang dikerjakan apakah ada dasar dan tujuan yang sebenarnya, untuk itu diwajibkan kepada seluruh umat muslim untuk menuntut ilmu seluas-luasnya. Janganlah kita merasa bosan untuk menuntut ilmu kapanpun dan di manapun, nabi SAW bersabda yang artinya: “carilah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina” (HR.Ibn Ady dan Baihawi)
Setelah kita menyadari bahwa menuntut ilmu itu ibadah, maka ketahuilah bahwa ibadah tanggung jawab manusia yang selalu melekat selama masih bisa bernafas di dunia. Artinya, ibadah itu tak ada ujungnya, kecuali satu, yaitu kematian! Demikian pula menuntut ilmu, ujung dari proses menuntut ilmu bukan almamater pondok pesantresnmu, ijazah atau lulus dari Universitas favorit di timur tengah. Tapi akhir dari berjuanganmu mencari ilmu adalah, kematiah.
Ilmu menghidupkan hati sebagaimana mestinya hujan menyuburkan tanah.
Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) yang mengenai tanah. Maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap udara sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung udara, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dapat memanfaatkan udara tersebut Allah memberi manfaat untuk orang, sehingga manusia dapat mengambil air dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menyerap udara). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat bagi ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR.Bukhori dan Muslim). Dikutip dari rumaysho.
Kesimpulannya di sini bahwa keutamaan menuntut ilmu itu ialah sangat penting dan harus karena Menuntut ilmu memiliki arti ikhtiar atau sebuah usaha dalam mempelajari sebuah ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat dengan tujuan agar ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk dirinya dan juga untuk orang lain. Ilmu dunia berfungsi untuk memudahkan dalam hidup di dunia, sedangkan untuk ilmu akhirat sendiri dicari agar manusia dapat memiliki tuntutan serta tidak tersesat dalam sebuah kebatilan. Karena dalam manusia sejatinya tujuan akhirnya yaitu akhirat, serta untuk bisa mendapatkan akhirat tentu perlu harus belajar dalam ilmu agama.
Akhir kata dari saya wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh