Pendidikan anak dalam pandangan Islam

Nama : Rini Gunarti (200301088)
Kelas : 5C
Matkul: cyber dakwah

Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan berbagai macam amanah dan tanggung jawab kepada manusia, di antara amanah dan tanggung jawab terbesar yang Allah bebankan kepada manusia, dalam hal ini orang tua termasuk guru, pengajar ataupun pengasuh adalah memberikan pendidikan yang benar terhadap anak, yang demikian ini merupakan penerapan dari firman Allah yang artinya “hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka” ( QS. At-Tahrim:6)

Sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan: “didik dan ajarilah mereka (istri dan anak-anak) hal-hal kebaikan” oleh karena itu sudah sepantasnya bagi orang tua untuk memperhatikan masalah pendidikan anaknya dengan sebaik-baiknya. Segala sesuatu adalah proses demikian juga dalam hal mendidik anak. Berikut beberapa tahapan dalam membina dan mendidik anak.

1. Memilih istri (ibu bagi anak) yang sholehah: hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh seseorang calon bapak agar anak-anaknya kelak menjadi anak-anak yang sholeh, karena seorang ibu adalah sekolah pertama tempat anak-anak menimba ilmu dan belajar seorang ibu yang Sholihah tentu saja akan mengajarkan kebaikan dan amal sholehah kepada anak-anaknya oleh karena itu rasulullah bersabda yang artinya: wanita dinikahi karena 4 hal yaitu kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama niscaya engkau akan beruntung ( HR. Bukhori Muslim). Demikian juga sebaliknya bagi orang calon ibu ia harus memilih pendamping Soleh yang lelaki akan menjadi ayah dari anak-anaknya ayah adalah pemimpin dalam keluarga yang akan mengarahkan ke manaan bahtera rumah tangga akan berlayar. R Rasulullah alaihi wasallam bersabda: apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya maka nikahilah ia jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas ( HR At- Tirmidzi)

1. Membiasakan anak untuk mengerjakan ibadah diantaranya yang perlu ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak adalah kesadaran untuk mengerjakan salat wajib yang demikian ini disebutkan dalam firman Allah yang artinya”perintahkan keluargamu untuk mengerjakan salat dan bersabar atasnya” ( HR At-Tirmidzi). Selain itu pula hendaknya orang tua mau motivasi anak anak untuk mengerjakan ibadah yang lain agar ketika mereka mencapai usia baliq. mereka sudah terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut.

3. Memberikan teladan yang baik teladan yang baik merupakan hal terpenting dalam keberhasilan mendidik anak telah diketahui bersama bahwa seorang anak itu suka meniru di tingkah laku orang tuanya, bila orang tua memberikan teladan yang baik kepada anaknya renis cahaya anak tersebut menjadi pribadi yang baik begitu juga sebaliknya maka hendaknya orang tua memperhatikan dan tidak menyepelekan masalah ini, serta jangan pula apa yang dikerjakan bertentangan dengan apa yang dikatakan Allah berfirman yang artinya” hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan, amat besar kemurkaan di sisi allah subhanahu wa ta’ala bila kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan” (QS. Ash- Shof: 2-3)

4. Menjauhkan mereka dari teman-teman yang buruk hendaknya orang tua memberikan pengarahan kepada anak-anaknya agar memilih teman-teman yang baik agama budi pekerti juga selayaknya orang tua memberikan pengertian dan senantiasa mengingatkan mereka akan bahaya bergaul dengan orang-orang tak shalih. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya”sesungguhnya, perumpamaan teman baik dengan teman buruk, seperti menjual minyak wangi dan pandai besi, adapun penjual minyak maka bisa jadi kita akan memberimu hadiah atau engkau membeli darinya atau mendapatkan aromanya: dan apapun pandai besi, maka boleh jadi ia akan membakar pakaianmu atau engkau menemukan bau busuk” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Membentengi diri mereka dari hal-hal yang merusak akhlak mereka penyebab banyaknya penyimpangan yang dilakukan anak-anak baik dari segi aqidah maupun akhlak adalah apa yang mereka saksikan baik di media cetak maupun elektronik berupa gambar-gambar atau pertolongan-pertayangan yang merusak agama mereka, solusinya adalah terus memantau aktivitas sehari-hari mereka serta memberikan bimbingan akan dampak negatif dari kemajuan teknologi yang demikian ini bukan berarti melarang mereka untuk menggunakan saran informasi dan komunikasi hanya merupakan pengarahan agar teknologi bisa bermanfaat dengan baik.

6 mengajarkan nilai-nilai luhur dalam ajaran Islam sudah sepantasnya bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada diri anak-anaknya, seperti pentingnya iman dan Islam, kecintaan pada Allah dan Rasul (yang yang nantinya membuahkan ketaatan terhadap perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan) juga mengajarkan mereka adab-adab Islam sehari-hari, (seperti adab berpakaian, makan dan minum dan lain sebagainya) dzikir dzikir dan doa-doa, cara bertutur kata, bergaul dengan baik terhadap orang yang lebih tua dan sesama, cinta akan bersih dan perilaku baik lainnya.

7. Bersikap adil yaitu bersikap kepada anak-anak tidak membedakan antara satu anak dengan anak yang lainnya dalam segala hal baik dari sisi kasih sayang, perhatian, pengajaran, nafkah hadiah dan lain sebagainya sehingga tidak terjadi kecemburuan antara mereka.

8. Mendoakan kebaikan bagi mereka hendaknya orang tua menyadari bahwa hidayah berada di tangan Allah subhanahu wa ta’ala Allah memberikan hidayah kepada siapa saja yang ia kehendaki dengan rahmat dan karunia-nya, sedang orang tua hanya bisa mengajarkan, mengarahkan, dan membimbing anak-anaknya. Oleh karena itu hendaknya memperbanyak berdoa untuk kebaikan mereka.

Tujuan pendidikan dalam Al Qur’an

Nama : Rini Gunarti (200301088)
Kelas : 5C
Matkul: cyber dakwah

TUJUAN PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN

Allah menurunkan Alquran kepada manusia dengan sebuah tujuan mendidik dan mengarahkan manusia agar berhasil menjalankan fungsi utama keberadaan mereka di muka bumi, sebagai khalifah Allah dan hambanya seluruh potensi kecerdasan yang Allah karuniakan untuk membangun peradaban kelak harus dipertanggungjawabkan dan AlQuran merupakan jawaban dari seluruh permasalahan itu. Sesungguhnya Alquran seluruhnya berisi pendidikan dan pengerahan untuk membangun sebuah bangsa yang mulia yang tegak sebagai khalifah ar-rasyidah di dunia, dan mendidik jiwa kemanusiaan dalam sebuah aspeknya sehingga terbangun integritas manusia dalam aspek pribadi, spiritual, sosial dan peradaban.
Dengan demikian tujuan pendidikan yang paling mendasar adalah terciptanya perubahan yang diharapkan dalam seluruh perbuatan pada dunia kehidupan manusia. Dan Allah menginginkan seluruh perubahan itu terjadi di bawah naungan Alquran, di bawah inspirasinya, sehingga perubahan itu tercipta ke arah yang baik sebagaimana sifat Alquran itu sendiri, Ali bin Abi Thalib Ra pernah berkata: Alquran itu baru dan takkan usang inovasinya.
Pendapat serupa tentang tujuan pendidikan dalam Alquran dikemukakan saibani yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah “adanya perubahan yang positif yang ingin dicapai melalui sebuah proses atau upaya-upaya pendidikan, baik perubahan itu terjadi pada aspek tingkah laku, kehidupan pribadi dan masyarakat, dan lingkungan luas dimana pribadi itu hidup”

Atas dasar inilah Alquran tidak memandang bahwa pencarian pengetahuan adalah demi pengetahuan itu sendiri tanpa merujuk kepada idealisme spiritual yang harus diraihnya yaitu kemaslahatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, atau dengan kata lain sukses bagi khalifah dan sukses sebagai seorang hamba yang mengabdi Allah SAW.
KAJIAN TAFSIR TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN
Surat at-taubah ayat 122 Allah subhanahu Wa ta’ala menyampaikan sebuah arti penting kedudukan pendidikan bagi manusia yang artinya “tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semaunya (ke medan perang) mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.

Pada ayat inilah Allah subhanahu Wa ta’ala memerintahkan agar senantiasa ada sekelompok manusia yang memperdalam ilmu pengetahuan meski sedang ada perintah jihad. Hal ini menunjukkan “kebutuhan suatu bangsa terhadap jihad dan para mujahid sama seperti kebutuhan bangsa terhadap ilmu dan para ulama”
Al Mawardi, memberikan sebuah pengertian bahwa tujuan atas seluruh peristiwa apapun dalam kehidupan orang beriman adalah untuk mengambil pelajaran dalam rangka meningkatkan keimanan mereka dan meraih kedudukan yang lebih baik dalam ketakwaan kepada Allah subhanahu Wa ta’ala dalam ayat ini peristiwa pergi berperang Syariah maupun memperdalam pengetahuan adalah untuk tujuan tersebut. Al Mawardi menyebutkan makna ” liyatafaqqahu dif diin”
Pertama, memperdalam pemahaman terhadap hukum-hukum agama dan pengetahuan syariat dan menjaga dan membawa risalah tersebut serta memberikan peringatan kepada kelompok yang ikut berperang ketika mereka kembali, dan kedua adalah agar mereka memahami bahwa apa yang mereka saksikan adalah pertolongan Allah terhadap rasulnya dan menguatkan agama mereka,membenarkan janji Allah atas mereka serta memberikan kesaksian atas mukjizat allah subhanahu wa ta’ala atas mereka untuk menguatkan keimanan dan hal-hal tersebut mereka kabarkan kepada sekelompok mereka.
Pendapat serupa dengan pendapat Ibnu ajibah yang mengatakan bahwa dalam ayat ini terdapat dua perjalanan yang menggambarkan tujuan pendidikan yaitu perjalanan pendidik diri melalui proses pembelajaran hukum-hukum agama dan proses melatih kekuatan kepribadian kedua perjalanan memberikan tujuan yang berbeda yaitu mereka yang kembali dari pelajaran hukum-hukum menegakkan dengan lisannya mengajak manusia kembali kepada Allah, dan mereka yang kembali dari perjalanan adab dan ridho menegakkan pada manusia dengan memberikan petunjuk dengan kesempurnaan akhlaq.


Atas pendapat tersebut dapat kita simpulkan bahwa Ibnu ajibah berpendapat bahwa bentuk pendidikan tidak hanya proses pengajaran ataupun penerangan dalam forum talaki melainkan pula dalam bentuk latihan dan praktik dalam lapangan lapangan amal.masing-masing dari model pendidikan ini mempunyai tujuan yang berbeda namun saling melengkapi satu sisi menegakkan pada penguasaan konseptual Dan pengajaran kembali dan sisi lain menekankan pada aspek praktik internalisasi dan keteladanan atau model.
Pendidikan juga bertujuan membina seluruh potensi manusia baik aspek pemikiran, mentalis dan fisik. Pendapat ini dikemukakan oleh Al qasimi menurutnya tujuan pendidikan adalah tafaku dan barangsiapa yang menginginkannya maka berjalanlah di jalan Allah, carilah jalan untuk menyucikan dan membersihkan jiwa hingga nampak dengan jelas ilmu dari hatinya atas perkataannya. Menurut Al qasimi tafaku adalah ilmu yang tertanam kuat di dalam hati, menggerakkan jiwa, dan dampak dengan jelas dampak ilmu atas anggota badannya. Dengan demikian keberhasilan tujuan pendidikan tampak dalam semua aspek potensi dasar manusia dan dapat terlihat dalam aspek amaliyahnya.
Pendidikan mempunyai tujuan yang mulia yaitu menjadikan peserta didik memiliki integritas antara aspek perkataan perbuatan dan kebaikan niat atau motivasi, pendapat ini dikemukakan oleh arbikai yang mengatakan agar mereka mendengarkan penuturan lisannya, mencontoh dan melihat kebaikan perbuatannya dan sampai kepada hati mereka segala perbuatan mereka yang berkesan.
Dengan demikian albika iyundang bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi kemanusiaan secara utuh aspek jasmani dan rohaninya. Peserta didik juga dibentuk menjadi manusia yang memiliki integritas kepribadian antara aspek perkataan, perbuatan dan kebaikan hati mereka. Lebih jauh lagi tujuan pendidikan selain menjalani dalam bentuk kebaikan individu juga menjadi contoh dan menginspirasi sesamanya.
Ayat ke 122 surat at-taubah ini juga mengisyaratkan bahwa teknik pertahanan dan keamanan serta ekspektasi dan penguasaan wilayah selain melalui jihad peperangan juga membutuhkan kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Dalam perspektif tujuan pendidikan bersifat ekspresif. Kesalahan sebagai tujuan dari pendidikan adalah kesejahteraan dan kemakmuran yang luas dalam lingkup sebuah bangsa dan negara. Jika menggunakan pendekatan langkah-langkah dakwah, menegakkan Islam atas negara itu terjadi setelah tegaknya Islam atas pribadi keluarga dan masyarakat. Dengan demikian semakin luas ke masalahhatan hasil sebuah pendidikan semakin baik pula tujuan yang tercapai. Hal ini sebagaimana sabda nabi shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Jabir Ra. Yang artinya”orang beriman itu bersatu dan menyatukan, tak akan ada kebaikan bagi orang yang tidak bersatu dan menyatukan, dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”
Dalam perspektif iman at Tastariy, tercapainya sebuah tujuan pendidikan adalah bukan sekedar mendengar secara lahirah ucapan yang keluar dari lisan seseorang objek didik, atau tulisan yang tertulis, maupun perbuatan yang dilakukan, melainkan aspek yang terpenting menurut at Tastariy adalah ” kemampuan melakukan evaluasi dan secara mandiri atas seluruh amaliahnya” istilah ini disebutkan sebagai ” Al muhasabah”.
Dalam proses pendidikan, evaluasi merupakan proses yang tegak di atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Evaluasi juga merupakan proses yang memungkinkan terjadinya pengembangan selanjutnya. Dengan demikian pendapat ini merupakan pendapat yang normatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan potensi manusia.


JADI penjelasan para ulama tafsir klasik maupun kontemporer terhadap tema tujuan pendidikan dalam Islam, khususnya tafsir pada ayat ke 122 surat at-taubah ini memberikan sebuah kesimpulan dasar kokoh bahwa seluruh aspek yang diharapkan terlahir dari proses pendidikan mengarah kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan pendidikan dalam Islam juga menginginkan terbentuknya manusia muslim yang memiliki integritas pada kepribadiannya, kebaikan ucapan menjelma pula dalam kebaikan perilaku yang semuanya merupakan cerminan atas keberhasilan hatinya. Selain wujud dalam bentuk manfaat bagi pribadi peserta didik hasil pendidikan juga diharapkan wujud manfaatnya secara luas dalam keluarga, masyarakat dan negara. Semakin luas manfaat yang dirasakan dari sebuah pendidikan maka semakin baik proses peninggalan tersebut. Tujuan pendidikan dalam Islam juga menghasilkan pribadi yang mandiri serta terus-menerus berkembang dalam kebaikan pada sebuah potensi dasar yang dimilikinya, karena kemampuan melakukan evaluasi pengembangan bidang keilmuan dan inovasi.

Pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda

Nama : Rini Gunarti (200301088)
Kelas : KPI/ 5C
Mata kuliah : Cyber dakwah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’laa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du. Puji syukur tak lupa kita haturkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua..
Sholawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi kita nabi besar muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah SWT untuk menunjukkan jalan yang benar, menegakkan kebenaran serta menyampaikan rahmatnya Allah kepada kita semua khususnya kaum muslimin.

Generasi muda adalah masa depan bangsa, generasi muda adalah tiang utama bangsa dan generasi muda adalah Benih emas yang dimiliki bangsa, oleh karena itu kita sebagai penerus bangsa harus bisa memperbaiki diri kita masing-masing dimulai dari memperbaiki sikap dan perilaku menjadi lebih baik. Perintah telah menciptakan suatu program yaitu pendidikan berkarakter, itu semua diharapkan agar lebih generasi yang berkarakter baik maupun menjadi tiang yang kokoh bagi masa depan bangsa dan menjadi generasi yang memajukan bangsa, untuk mewujudkan hal itu semua pihak perlu bekerja sama dimulai dari pemerintah sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar. Pemerintah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih, pihak sekolah perlu meningkatkan sistem dan kualitas pembelajaran kepada siswa, dan orang tua perlu memotivasi anaknya untuk belajar dan sungguh-sungguh agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik. Jika kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjadi pelajar yang berkualitas artinya bangsa kita memerlukan pelajar yang berilmu untuk memajukan bangsa kita.

Berbicara tentang pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa, pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, dengan pendidikan yang baik seseorang dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun bagi orang lain, tidak ada suatu negara maju pun di dunia ini yang tidak menitikberatkan sektor pendidikan dalam membangun generasi dan bangsanya. Negara-negara maju telah membuktikan bahwa, pendidikan mempunyai kontribusi dan pengaruh yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas bangsanya. Pendidikan merupakan sumber kemajuan suatu bangsa karena dengan pendidikan yang baik kualitas sumber daya manusia suatu bangsa tersebut dapat ditingkatkan. Karena sumber daya manusia merupakan aset utama dalam membangun suatu bangsa tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia.

Negara Indonesia yang begitu luas dan begitu banyak pulau harus diimbangi dengan pendidikan yang baik bagi setiap warganya, dengan kekayaan alam yang melimpah dan dikelola dengan cerdas oleh masyarakat dan negara maka akan menjadikan bangsa kita ini menjadi bangsa yang besar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua masyarakat kita mendapatkan pendidikan yang baik, terutama bagi anak-anak dan generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa depan. Seperti yang akan kita ketahui bahwa tidak hanya mereka yang berada di pelosok negeri yang belum mendapatkan pendidikan, namun di kota-kota besar pun banyak anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan. Hal itu bisa disebabkan berbagai hal diantaranya banyak permasalahan tersebut yang paling sering kita jumpai yaitu masalah ekonomi.
Di zaman era globalisasi ini seharusnya generasi muda bisa dan harus mampu mengembangkan ilmu pendidikan agar tingkat tertinggal oleh perkembangan zaman, untuk memajukan peradaban bangsa agar bisa berdiri lebih kuat lagi dalam menghadapi perkembangan zaman, karena itu seharusnya kita mengedepankan pendidikan.

Salah satu masalah yang muncul akibat kurangnya pendidikan yaitu banyaknya terjadi akibat kerumunan ekonomi, terjadilah pencurian pembunuhan dan masalah-masalah sosial lainnya. Itu semua terjadi akibat kurangnya pendidikan pikiran menjadi buntu, mudah terpengaruh, mabuk-mabukan, memakai narkoba, mencuri dan lain sebagainya. Untuk menghindari penyakit sosial yang muncul karena kurangnya pendidikan, maka dari itu marilah kita tingkatkan kepedulian kita terhadap pendidikan bagi generasi bangsa untuk masa depan.

Berbicara tentang pentingnya pendidikan di masa generasi bangsa, perbaikan kualitas bangsa harus ditempuh dan terutama melalui pendidikan karena pendidikan itu ialah proses yang panjang, tanti-hentinya untuk mencapai satu tujuan dan terbuka untuk menerima ide-ide dan konsep yang baru, itulah makna dari pendidikan, sehingga suatu saat hasil dari pendidikan itulah yang akan menumbuhkan budaya yang baru dengan manusia yang cerdas. Selama manusia cerdas maka ia mempunyai kebijakan dan kebajikan dalam jiwanya, barulah setelah itu dia mampu menguasai sains dan teknologi budaya baru itulah yang menjadi kontra budaya yang kemudian masuk dalam tatanan menjadi masyarakat alternatif yang akan dipilih oleh bangsa ini.

ADAB MENUNTUT ILMU

Nama : Rini Gunarti (200301088)
Kelas : KPI 5C
Tugas : Ke2 Cyber dakwah


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’laa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du. Puji syukur tak lupa kita haturkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua.
Sholawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi kita nabi besar muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah SWT untuk menunjukkan jalan yang benar, menegakkan kebenaran serta menyampaikan rahmatnya Allah kepada kita semua khususnya kaum muslimin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain.


Tujuan pendidikan adalah untuk melahirkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa sehingga melahirkan kepribadian yang berkarakter santun, berbudi pekerti baik dan berakhlak karimah. Intinya, pendidikan diselenggarakan sebagaimana tujuan pendidikan nasional Dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, dengan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan Budi pekerti luhur yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggug jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dalam Islam bahwa pendidikan harus dapat mewujudkan manusia paripurna Dengan kondisi sehat jasmani dan rohani sehingga mampu menjalankan perintah Allah-Nya dan Rasulnya dan meninggalkan larang-larangannya. Hal ini dapat Terealisasi jika dalam pendidikan terjadi sinergitas triparted (pemerintah, pelaksana dan peserta didik). Utamanya adalah peserta didik, dimana murid atau siswa harus mempunyai kesadaran bahwa pendidikan adalah suatu proses dalam pencarian ilmu (thalabul ilmi). Ada tata krama dalam mencari ilmu bagi murid yang harus diketahui, sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Hal ini yang dirasa saat ini terjadi kelangkaan. Murid tidak tahu bagaimana tata krama mencari ilmu, sehingga kerap kali terjadi perkelahian baik antar teman, bahkan murid melawan gurunya.


Adab dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari ilmu, karena bersumber dari dalil-dalil. Adab dalam menuntut ilmu juga sesuatu yang mesti diamalkan tidak hanya diilmui. Sehingga perkara ini mencakup ilmu dan amal. Adab merupakan kesopanan, tingkah laku yang pantas dan baik, kehalusan budi bahasa, tata susila. Bentuk jamaknya adalah al-adab, adab berarti kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, akhlak, norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama dalam ajaran agama islam. Adab dalam menuntut ilmu harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu, tidak peduli tua atau muda. Juga tidak tergantung ilmu dunia atau ilmu akhirat. Dengan menerapkan adab menuntut ilmu ketika belajar maka ilmu akan berkah Dan dimudahkan dalam segala urusan menuntut ilmu .


Adab adalah penentu keberhasilan dalam belajar. Dengan adab, maka ilmu yang disampaikan oleh guru akan mudah dijangkau dan dapat menjadikan ilmu yang kita terima menjadi bermanfaat. Bila adab dalam menuntut ilmu, maka ilmu menjadi berkah, yaitu ilmu terus bertambah dan mendatangkan manfaat. Keutamaan dalam menuntut ilmu sifatnya wajib, bahkan sampai diistilahkan ‘tuntutlah ilmu sampai negeri Cina’, yang berarti tidak ada tempat untuk tidak belajar. Adapun adab dalam menuntut ilmu yaitu:
Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah Ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah. (Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus). (QS. Al-Bayyinah:5)
Orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap wajah Allah termasuk orang yang pertama kali dipanaskan api neraka untuknya. Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ( barang siapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat hadumnya aroma surga pada hari kiamat) (HR. Ahmad).


Berakhlak dengan akhlak yang mulia sebagaimana yang dianjurkan dalam nash-nash syariat. Yaitu hendaknya penuntut ilmu itu: zuhud terhadap dunia, dermawan, berwajah cerah (tidak masam), bisa menahan marah, bisa menahan gangguan dari masyarakat, sabar, menjaga muru’ah, menjauhkan diri dari penghasilan yang rendahan, senantiasa wara, khusyuk, tenang, berwibawa, tawadhu’, sering memberikan makanan (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia) namun tidak minta didahulukan, bersikap adil, banyak bersyukur, mudah membantu hajat orang lain, mudah memanfaatkan kedudukannya dalam kebaikan, lemah lembut terhadap orang miskin, akrab dengan tetangga.


Berdoa, memohon ilmu yang bermanfaat hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah SWT dan memohon pertolongan kepadanya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah SWT w dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat, karena banyak kaum Muslimin yang justru mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat, seperti mempelajari ilmu filsafat, ilmu kalam ilmu hukum sekuler, dan lainnnya.


Berniat dalam menuntut ilmu. Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari’at, karena kedudukan syari’at sama dengan pedang kalau tidak ada seseorang yang menggunakannya ia tidak berarti apa-apa. Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama (bid’ah), sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah . Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qor’an dan As-Sunnah.


Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Termasuk adab yang penting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).


Tawakal. Setelah melakukan usaha terbaik, tiap muslim menyerahkan hasilnya sesuai ketentuan Allah SWT sesuai sifat tawakal. Syekh Shahhat bin Mahmud Ash Shawi mengungkapkan, tawakal artinya percaya sepenuhnya kepada Allah SWT. Adapun yang ditetapkannya atas usaha dalam mencari ilmu, seorang muslim sudah sepatutnya menerima hal itu dengan keikhlasan. Sebab, semua yang dikehendaki Allah SWT pasti mengandung hikmah di baliknya.


Diam ketika pelajaran disampaikan, ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol. Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU

Nama : Rini Gunarti (200301088)
Kelas : KPI/ 5C
Mata kuliah : Cyber dakwah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’laa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du. puji syukur tak lupa kita haturkan kepada Allah SWT, yang senantiasa memberikan kita rahmat dan hidayahnya kepada kita semua..

Sholawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi kita nabi besar muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah SWT untuk menunjukkan jalan yang benar, menegakkan kebenaran serta menyampaikan rahmatnya Allah kepada kita semua khususnya kaum muslimin.

Menuntut ilmu dalam pandangan Islam bukan hanya ajakan saja,
akan tetapi telah menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat Islam. Di
dalam Alquran dan hadis telah banyak membahas mengenai menuntut
ilmu, yakni tentang pentingnya dalam menguasai ilmu dan segala hal
yang mengarah pada kewajiban menuntut ilmu. Salah satu ciri yang dapat
menbedakan agama Islam dengan agama lain ialah penekanan terhadap
ilmu. Alquran dan Hadis menghibau umat Islam untuk mencari ilmu.
Dalam pandangan Islam, ilmu merupakan keistimewaan yang dapat
menjadikan manusia lebih unggul dari pada makhluk yang lainnya untuk
menjalankan kekhalifahan. Dalam Alquran dan Hadis disebutkan secara
berulang-ulang bahwasannya kedudukan umat Islam yang berilmu
memiliki kedudukan yang tinggi.Pendidikan Islam dapat dipahami sebagai proses transformasi ilmu yang bertujuan untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa. Dalam Islam proses belajar mengajar lebih dikenal dengan sebutan at- Ta’lim, yaitu proses ilmu pengetahuan agama yang menghasilkan pemahaman yang baik terhadap anak didik sehingga dapat melahirkan sikap yang positif. Yang dimaksud dengan sikap yang positif ialah ikhlas, percaya diri, patuh, dapat berkorban dan teguh terhadap pendirian

Di kutip dari izzul islam: Berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu, sesungguhnya manusia itu lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa kemudian Allah SWT memberikan rahmat kepada manusia seperti pendengaran dan penglihatan untuk mendapatkan informasi mengenai suatu kejadian, dan belajar dari banyak hal dari hal yang tidak tahu menjadi tahu. Namun tahu saja tidak cukup kemudian Allah SWT memberikan hati agar manusia bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ilmu yang telah kita dapatkan. Islam memberikan pandangan mengenai ilmu merupakan sebuah pelita yang menerangi di saat gelap, sehingga tanpa pelita seorang akan tersesat, teman-teman sekalian betapa pentingnya keutamaan menuntut ilmu karena menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap kaum muslimin. Sampai-sampai firman Allah SWT yang pertama ialah perintah untuk membaca dan bukan untuk beribadah kepadanya. Agama Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu dan tidak terikat oleh waktu dan tempat, bahkan ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW adalah surah Al-Alaq. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan ilmu dalam Islam begitu mulia.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang menciptakan (QS:AL-Alaq)

Wahyu yang paling pertama memang tidak secara langsung memberikan perintah belajarlah, tapi bacalah, namun perintah adalah perintah tersirat untuk belajar karena membaca adalah cara yang paling sederhana dalam belajar. Segala bentuk ilmu diawali dengan membaca baik untuk ayat-ayat yang tertulis maupun ayat-ayat yang di alam. Wahyu yang pertama tidak turun sama sekali memberikan petunjuk tentang ibadah salat, puasa, zakat dan haji akan tetapi seruan untuk membaca, beberapa ulama berpendapat dari ayat ini memberikan gambaran bahwa lebih utama yang berilmu dibandingkan dengan orang yang beribadah. Diambil dari hadis rasulullah yang artinya: “keutamaan orang yang berilmu dibanding dengan ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi, sesungguhnya para nabi tidak mewariskan Dinar dan dirham (tetapi) berarti dia telah mengambil keberuntungan yang banyak” ( HR. Abu Dawud (3641) At-Tirmidzi (2682)).

Berbicara tentang keutamaan menuntut ilmu, menuntut ilmu merupakan ibadah yang sangat mulia dan agung oleh karena itu orang yang menuntut ilmu harus selalu memperhatikan adab agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan juga berkah, adab ini juga akan menjadi aturan bagi orang yang berilmu oleh karena itu pendidikan dan belajar dalam Islam bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan mengabdi kepada Allah SWT, maka sistem moralnya pun harus dibangun dan bersumber dari norma-norma Islam ( wahyu). Berbicara tentang ilmu ada beberapa keutamaan menuntut ilmu bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya, karena memiliki keutamaan yang amat besar dan mulia diantaranya kita menuntut ilmu adalah:

1. Ilmu adalah warisan para nabi: Rasulullah SAW bersabda ” dan sesungguhnya para nabi tidak pernah mewariskan uang emas dan tidak pula uang perak, akan tetapi mereka telah mewariskan ilmu (ilmu syar’i) barang siapa yang mengambil warisan tersebut maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak) (HR Ahmad). Ini dapat menunjukkan bahwa keutamaan menuntut ilmu lebih tinggi daripada uang dan emas yang bersifat materi, sebab saat ini seseorang memiliki ilmu dan tidak mengajarkannya maka hal ini akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bahkan hingga orang tersebut meninggal dunia.

2. Menuntut ilmu adalah jalan menuju surga: surga ialah idaman setiap muslim, bahkan menjadi janji dari Allah SWT bagi banyak amalan shalih yang dilakukan oleh umat Islam, karena saat Allah SWT menjadikan ilmu sebagai jalan utama menuju surga, menunjukkan besarnya keutamaan menuntut ilmu.

3. Kebahagiaan dunia dan akhirat dengan ilmu
Keutamaan perintah dalam menuntut ilmu tidak semata untuk kebahagiaan manusia, Allah shallallahu alaihi wasallam memberikan perintah yang ketika dilaksanakan akan lebih banyak manfaat bagi manusia dibandingkan meninggalkannya, dalam sebuah riwayat seorang sahabat memberikan penjelasan kepada seorang muslim perihal cara mendapatkan kebahagiaan di dunia melalui ilmu “siapa yang menginginkan kebahagiaan dunia, maka harus dengan ilmu. Siapa yang menginginkan bahagia akhirat maka harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan kebahagiaan keduanya (dunia dan akhirat) maka harus dengan ilmu”. Orang yang berilmu akan lebih sulit disesatkan oleh setan dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu.

Mengapa manusia berilmu lebih utama dari pada ahli ibadah karena sesungguhnya yang berilmu akan kembali ke jalan yang benar dan ia melakukan sesuatu selalu didasari akan kebenaran, kebenaran akan selalu mengarahkan seseorang kepada sesuatu yang bersifat hakiki dan tidak ada yang bersifat hakiki selain Allah shallallahu alaihi wasallam sehingga ilmunya akan menuntutnya untuk beribadah, sedangkan orang yang beribadah tanpa didasari dengan ilmu akan membuat ibadahnya hanya berdasarkan keyakinan. Meskipun yang berhak menilai kualitas suatu ibadah tidak hanya lain hanya Allah SWT tapi pendapat ini justru di kuatkan oleh firman Allah yang artinya.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.s. Al- Mujadalah:11)


Karena pentingnya posisi ilmu dalam kehidupan manusia Allah sampai memberikan perintah bagi seluruhnya umat manusia tanpa pandang bulus sebagaimana hadis rasulullah:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ

Yang artinya “Mencari ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Dalam ajaran Islam, kita sebagai umat muslim wajib hukumnya menuntut ilmu baik ilmu di duniawi dan ilmu ukurowi karena ilmu sangat mempunyai peran yang penting bagi perjalanan hidup semua umat manusia dengan ilmu yang sudah kita dapatkan membuat seseorang bisa membedakan mana hal yang baik dan batil, dengan mempelajari ilmu membuat seseorang lebih baik dalam menjalankan ibadah dan perintah Allah yang lainnya. Sebaliknya jika seseorang yang malas untuk belajar ilmu pengetahuan maupun agama ia tidak akan tahu segala yang dikerjakan apakah ada dasar dan tujuan yang sebenarnya, untuk itu diwajibkan kepada seluruh umat muslim untuk menuntut ilmu seluas-luasnya. Janganlah kita merasa bosan untuk menuntut ilmu kapanpun dan di manapun, nabi SAW bersabda yang artinya: “carilah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina” (HR.Ibn Ady dan Baihawi)

Setelah kita menyadari bahwa menuntut ilmu itu ibadah, maka ketahuilah bahwa ibadah tanggung jawab manusia yang selalu melekat selama masih bisa bernafas di dunia. Artinya, ibadah itu tak ada ujungnya, kecuali satu, yaitu kematian! Demikian pula menuntut ilmu, ujung dari proses menuntut ilmu bukan almamater pondok pesantresnmu, ijazah atau lulus dari Universitas favorit di timur tengah. Tapi akhir dari berjuanganmu mencari ilmu adalah, kematiah.

Ilmu menghidupkan hati sebagaimana mestinya hujan menyuburkan tanah.

Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagai ghaits (hujan yang bermanfaat) yang mengenai tanah. Maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap udara sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib (tanah yang bisa menampung udara, namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka dapat memanfaatkan udara tersebut Allah memberi manfaat untuk orang, sehingga manusia dapat mengambil air dari tanah ini. Lalu manusia dapat memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalah tanah qi’an (tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menyerap udara). Inilah permisalan orang yang memahami agama Allah, bermanfaat bagi ajaran yang Allah mengutusku untuk membawanya. Dia mengetahui ajaran Allah dan dia mengajarkan kepada orang lain. Dan demikianlah orang yang tidak mengangkat terhadap wahyu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allah mengutusku untuk membawanya.” (HR.Bukhori dan Muslim). Dikutip dari rumaysho.

Kesimpulannya di sini bahwa keutamaan menuntut ilmu itu ialah sangat penting dan harus karena Menuntut ilmu memiliki arti ikhtiar atau sebuah usaha dalam mempelajari sebuah ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat dengan tujuan agar ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk dirinya dan juga untuk orang lain. Ilmu dunia berfungsi untuk memudahkan dalam hidup di dunia, sedangkan untuk ilmu akhirat sendiri dicari agar manusia dapat memiliki tuntutan serta tidak tersesat dalam sebuah kebatilan. Karena dalam manusia sejatinya tujuan akhirnya yaitu akhirat, serta untuk bisa mendapatkan akhirat tentu perlu harus belajar dalam ilmu agama.

Akhir kata dari saya wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Review jurnal komunike

Judul: Podcast sebagai strategi dakwah di era digital: analisi peluang dan tantangan

Jurnal: jurnal komunike

Volume dan halaman: volume XII, No.2 Desember 2020, Hal. 210-231

Tahun: Desember 2020

Penulis: Athik hidayatul ummah, M. khairul khatoni, M. khairurromadhan

Reviewer: Rini Gunarti

Tanggal: 15 November 2021

Tujuan penelitian: Tujuan penelitian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis metode podcast debagai media digital untuk berdakwah di masa sekarang ini karena dengan seiring perubahan zaman

Subjek penelitian: pengguna platform media sosial

Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah library research yaitu mengunakan media sebagai penyampaian dakwah. Karena internet tidak hanya di gunakan untuk hiburan namun bisa di manfaatkan oleh pedakwah untuk menyampaikan dakwahnya. Jamaah atau khalayak bisa mendafatkan konten dakwah kapanpundan dimanpun, bisa memilih tema dakwah sesuai dengan kebutuhan , dan bisa memilih da’i yang dia sukai.

Hasil penelitian: Podcast menjadi salah satu media yang kini terkenal dapat memudahkan para da’i untuk menyebarkan konten atau dakwahnya secara luas melalui media internet, sehingga para mad’u dapat leluasa banyak memilih dakwah yang mereka ingginkan dan sukai, para mad’u juga bisa menentukan kapan aja dia mau mendengarkan dakwah yang dia ingginkan. Dunia internet juga tidak hanya sebatas untuk hiburan dan jalur komunikasi yang menghubungkan antar orang kaya. Kini internet menjadi media baru untuk berdakwah. Pengajian atau dakwah yang dilakukan secara konvensional membutuhkan ruang dan waktu tertentu. Sementara dengan memanfaatkan teknologi digital. Jamaah atau khalayak bisa mendafatkan konten dakwah kapanpundan dimanpun, bisa memilih tema dakwah sesuai dengan kebutuhan , dan bisa memilih da’i yang dia sukai. Pengunaan metode dakwah harus dapat menyesuaikan dangan situasi dan perkembangan zaman. Pandemi Covid-19 juga telah membuat perubahan pola kehidupan manusia, termasuk pola berdakwah . dakwah yang biasanya dilalukan secara tatap dengan jamaah –jamaah yang cukup besar mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan aturan pemerintah yang melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa karena dapat menimbulkan resiko penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu dakwah digital menjadi pilihan strategis untuk menyebarluaskan sasaran dakwah ke seluruh pelosok Indonesia hingga lintas Negara. Dakwah dengan konten ringan dan menyentuh kehidupan sehari-hari semakin banyak digandrungi masyarakat. Berbagai platform media sosial yang lagi ngetren dapat dipilih dan diklaborasikan menjadi medium dakwah untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Podcast menjadi salah satu media yang kini terkenal dapat memudahkan para da’i untuk menyebarkan konten atau dakwahnya secara luas melalui media internet, sehingga para mad’u dapat leluasa banyak memilih dakwah yang mereka ingginkan dan sukai, para mad’u juga bisa menentukan kapan aja dia mau mendengarkan dakwah yang dia ingginkan. Dunia internet juga tidak hanya sebatas untuk hiburan dan jalur komunikasi yang menghubungkan antar orang kaya. Kini internet menjadi media baru untuk berdakwah. Pengajian atau dakwah yang dilakukan secara konvensional membutuhkan ruang dan waktu tertentu. Sementara dengan memanfaatkan teknologi digital. Jamaah atau khalayak bisa mendafatkan konten dakwah kapanpundan dimanpun, bisa memilih tema dakwah sesuai dengan kebutuhan , dan bisa memilih da’i yang dia sukai. Pengunaan metode dakwah harus dapat menyesuaikan dangan situasi dan perkembangan zaman. Pandemi Covid-19 juga telah membuat perubahan pola kehidupan manusia, termasuk pola berdakwah . dakwah yang biasanya dilalukan secara tatap dengan jamaah –jamaah yang cukup besar mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan aturan pemerintah yang melarang segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa karena dapat menimbulkan resiko penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu dakwah digital menjadi pilihan strategis untuk menyebarluaskan sasaran dakwah ke seluruh pelosok Indonesia hingga lintas Negara. Dakwah dengan konten ringan dan menyentuh kehidupan sehari-hari semakin banyak digandrungi masyarakat. Berbagai platform media sosial yang lagi ngetren dapat dipilih dan diklaborasikan menjadi medium dakwah untuk menjangkau khalayak yang lebih luas.
Podcast: peluang dan tantangan dakwah di era digital
Perkembangan teknologi bersifat dinamis san terus berkembang dari waktu ke waktu. Syiar keagamaan saat ini menyebar pada sejumlah platform podcast yang telah dilakukan oleh da’i kondang yang sudah memiliki jamaah atau pengikut yang banyak. Podcast merupakan teknologi yang digunakan untuk mendistribusikan, menerima, dan mendengarkan konten secara on demand yang dapat diproduksi oleh orang yang propesional maupun amatir. Siaran audio ini berbeda dengan radio yang mengunakan gelombang FM atau AM yang disiarkan secara linearast dapat Siaran dengan mengunakan podcast dapat dinikmati kapan saja dimana saja dan kapan aja, dimana saja dan dapat memilih topic sesui dengan keinginan audiens. Sebagai media baru yang fleksibel. Berbagai tife podcast diantaranya: audio podcast, video podcast, dan enhanced podcast.audio podcast merupakan konten podcast yang hanya bisa didengarkan dan dibuat dalam format MP3. Podcast dapat menciptakan lebih banyak peluang untuk komunikasi dua arah atau bahkan multi arah. Pada saat ini, podcast sedang naik daun dan menjadi konten audio yang kekinian dan inforfatif. .

Kelebihan penelitian: Kelebihannya pada penelitian ini adalah memudahkan para jamaah- jamaah untuk mendengarkan ceramah dari rumah kapanpun dan di manapun mereka mau dan memanfaatkan internet. Dan memudahkan para da’i untuk mendapatkan jamaah yang lebih banyak apalagi di masa pandemi ini internet dakwah digital menjadi pilihan strategis untuk menyebarluaskan sasaran dakwah ke seluruh pelosok Indonesia hingga lintas Negara.
Penelitian ini memberikan sumbangsih pada perkembangan teori komunikasi islam dan dakwah islam.

Kekurangan penelitian:Jurnal ini tidak memiliki kekurangan karena sangat bermanfaat bagi media massa dan para da’i dalam berdakwah

Sejarah singkat sembahulun

Senin, 1 November 2021

Sembalun dikenal dengan nama Desa Belik, yang mana masyarakatnya masih menganut keyakinan Animisme.
Jadi nama Desa Belik berubah jadi Sembahulun karena kedatangan Alquran dan kitab-kitab ini,” Di piagam dijelaskan bahwa masuknya agama Islam itu abad ke-15 di Pulau Lombok. Akan tetapi di Sembalun pada abad ke-13 tahun 1360 sudah masuk. Dengan masuknya Islam ke Sembalun, banyak perpaduan budaya dan adat yang diterapkan di sembalun.

Salah satunya terlihat dari rumah adatnya. Di kawasan revitalisasi desa adat yang ada di Sembalun Bumbung, terlihat ada 3 anak tangga yang ada di depan pintu masuk rumah. Ini berbeda dengan rumah adat di Sembalun Lawang yang memiliki 7 anak tangga. Kalau yang tangga-tangga ini menandakan bahwa sembalun dari Islam waktu 3 masuk ke Islam waktu 5,”

Sedangkan bagian lain seperti pondasi yang tinggi, pintu yang rendah, dinding dari anyaman bambu dan atap yang terbuat dari jerami sama dengan rumah adat yang ada di Sembalun Lawang atau Desa Belik.

Bagian menarik dari rumah adat ini adalah pintu yang dibuat rendah. Hal ini memiliki arti agar tamu yang masuk menunduk seolah memberi hormat kepada pemilik rumah. Lantainya juga unik karena terbuat dari tanah dan dilapisi oleh kotoran sapi.

Meski kini seluruh masyarakat Sembalun beragama Islam, tapi ada tradisi dari agama terdahulu yang masih dilakukan. Salah satunya dapat dilihat pada acara Ngayu-ayu. Ngayu-ayu adalah acara yang digelar untuk menyambut tamu penting yang berasal dari luar desa. Pada saat Ngayu-ayu ini biasanya warga akan menyembelih kerbau dan perang ketupat, yang merupakan tradisi dari agama Hindu. Selain itu akan ditampilkan pula Tari Tandang Mendhet yang merupakan tarian yang ada sejak agama Hindu berjaya di Sembalun. Namun dengan perkembangan zaman kini adat istiadat yang ada di Sembalun mulai hilang satu persatu.

Keindahan desaku Sembalun

19 Oktober 2021

Sembalun merupakan desa yang sangat indah yang di kelilingi oleh perbukitan perbukitan dan alam yang masih alami. Desa Sembalun sekarang ini sudah tidak asing di dengar karena keindahannya alamnya.

Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat pemandangannya yang begitu khas Keindahan alam ini tentu saja bisa dirasakan oleh para pendaki gunung dan juga wisatawan yang sempat singgah sejenak di desa sembalun sebelum mereka melanjutkan pendakiannya.

Namun jika anda melewati desa Sembalun Lombok ini jangan hanya singgah sebentar saja sebab pesona alam yang berada di sekitarnya, sayang sekali jika harus anda lewatkan begitu saja. Salah satu pemandangan yang begitu menakjubkan dari desa Sembalun ini adalah Gunung Rinjani yang menjadi latar belakang dari sembalun ini.